Rabu, 01 Mei 2013
Konsep Dasar HSDPAHigh Speed Downlink Packet Access (HSDPA)
Konsep Dasar HSDPA High Speed Downlink Packet Access (HSDPA) adalah suatu teknologi dalam sistem telekomunikasi bergerak yang dikeluarkan oleh 3GPP Release 5 dan merupakan teknologi generasi 3,5. Teknologi HSDPA merupakan pengembangan dari WCDMA, sama halnya dengan CDMA 2000 yang mengembangkan EV- DO ini didesain untuk meningkatkan kecepatan transfer data. HSDPA mampu menghasilkan delay yang rendah dan kapasitas besar serta dapat memberikan data rate yang tinggi hingga 14,4 Mbps. Kemampuan ini diperoleh dengan menambahkan kanal baru pada layer fisik, implementasi Adaptive Modulation and Coding (AMC), Hybrid Automatic Repeat Request (HARQ), Fast Scheduling, dan Fast Cell Selection pada platform WCDMA. HSDPA mempunyai bandwidth 5 MHz pada WCDMA downlink. Beberapa kelebihan dari HSDPA, yaitu: Adaptive Modulation And Coding (AMC) AMC merupakan teknologi utama pada HSDPA sebagai suatu bentuk link adaption dimana feedback dari UE digunakan untuk menentukan skema coding dan modulasi yang akan digunakan berdasarkan CQI (Channel Quality Indicator). Semakin baik kualitas channel, maka user dapat menggunakan orde modulasi dan coding rate yang lebih tinggi. Sebaliknya, apabila kondisi channel kurang baik, maka digunakan modulasi dan coding rate yang lebih rendah. Proses ini dilakukan untuk setiap TTI dengan tujuan untuk memaksimalkan data rate dari UE dengan kondisi kanal yang baik. Modulasi pada HS-DSCH dilakukan secara adaptif dengan pemilihan modulasi QPSK (Quadrature Phase Shift Keying) atau 16 QAM (Quadrature Amplitude Modulation). User dengan kondisi kanal yang baik (umumnya terjadi pada user yang berada dekat dengan node B), dapat menggunakan modulasi 16 QAM yang akan menghasilkan throughput yang lebih tinggi. Sedangkan user dengan kondisi kanal yang kurang baik akan menggunakan jenis modulasi QPSK. Penggunaan 16 QAM untuk daerah yang berada di dekat node B atau pada UE dengan kondisi kanal yang lebih bagus dikarenakan karena 16 QAM memiliki tingkat robustness yang rendah terhadap noise/ interference. Pemilihan modulasi 16 QAM atau QPSK pada arah downlink akan bergantung pada CQI yang dikirimkan masing masing UE ke Node B melalui uplink control channel (HS-DPCCH). Transmission Time Interval yang Singkat Jaringan 3G menggunakan TTI 10 ms, 20 ms, atau 40 ms pada arah downlink. Dengan HSDPA, TTI dipersingkat menjadi 2 ms saja. Sandi kanal selalu tersedia kembali secara dinamis setiap 2 ms, atau 500 kali/detik. TTI yang singkat akan menguangi waktu round-trip dan meningkatkan kemampuan pendeteksian perubahan kanal. Hybrid Automatic Repeat and Request (HARQ) HARQ meningkatkan performansi dan menambah ketahanan terhadap error pada link adaptation. Jika suatu blok data diterima dengan benar maka penerima akan memberi balasan dengan mengirimkan acknowledgement (ACK) melalui HS-DPCCH sebagai tanda bahwa blok data diterima dengan benar, dan menandakan bahwa blok data berikutnya dapat dikirimkan. Tetapi jika paket data yang diterima mengalami error maka akan dikirimkan NACK sebagai tanda bahwa paket data yang diterima mengalami error dan meminta paket data dikirim ulang. Dalam penambahannya, mekanisme untuk HARQ di HSDPA dilakukan di Node B (dari sebelumnya di RNC untuk R99). Dengan menggunakan beberapa pendekatan ini, semua user baik dekat atau jauh dari base station dapat menerima proses pengiriman yang optimum. Handover (fast cell selection) Perpindahan UE antarsel pada sistem CDMA pada umumnya menggunakan prosedur soft handover. Akan tetapi HSDPA menggunakan cara yang lebih cepat dengan hard handover dengan teknologi yang disebut FCS (Fast Cell Selection). FCS bekerja dengan memantau level SIR seluruh Node B dalam jangkauan UE lalu diarahkan pada Node B yang dapat memberikan SIR lebih tinggi (power CPICH yang lebih tinggi). Aktivitas downlink hanya dapat dilakukan pada satu Node B. Jika terdapat Node B yang memberikan level SIR yang lebih tinggi pada daerah perpindahan, seharusnya RNC yang bertanggung jawab melakukan proses handover. Dengan FCS, maka dilakukan internode handover ke Node B yang baru. Hal ini bertujuan untuk menurunkan delay dalam prosedur handover. Sumber: Perancangan Coverage Area HSDPA Indoor di Gedung Politeknik Telkom Sandi Azmi Firdaus (111081140) Library IT TELKOM Bandung
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar