Sabtu, 25 Mei 2013

aplikasi game poker onlin fb chat dll

dah lama ni gak posting
gan klik iklanya ya wkwk
banner3.gif
oke kita lanjut apa kabar sahabat semua kali ini saya bawakan aplikasi chat liat sendiri penapakanya di bawah sudah di taro SS gan jadi gak perlu repot2 lagi
terimakasih telah mampir di blog wap ini

Rabu, 01 Mei 2013

usaha ternak lebahmadu, ada beragam jenis lebah madu yanglayak dibudidayakan.

Bagi yang ingin memulai usaha ternak lebah madu, ada beragam jenis lebah madu yang layak dibudidayakan. Di antaranya, lebah dari jenis lebah hutan (Apis dorsata), lebah lokal (Apis cerana), dan lebah unggul (Apis mellifera). Lebah unggul, sesuai namanya, yang paling disenangi pasar. Jenis ini lebih produktif dibandingkan lebah lokal, juga lebih jinak. Racun pada sengatnya sangat cocok untuk pengobatan berbagai penyakit. Lebah yang dibudidayakan oleh kebanyakan peternak di dunia ini, awalnya, berasal dari daratan Eropa. Modal yang diperlukan dalam beternak lebah madu adalah pengetahuan dasar dalam beternak lebah madu. Adapun investasi modal tetap yang diperlukan dalam kegiatan budidaya lebah madu selama beberapa periode pemanenan adalah alat-alat produksi dan koloni lebah madu minimal 40 kotak-- idealnya adalah 100 kotak koloni lebah madu--. Pemilihan bibit lebah madu jenis unggul Ciri-ciri bibit lebah madu kualitas super: 1. Mempunyai ratu lebah yang, secara fisik, bagus dan berusia antara 3 bulan sampai 1 tahun. 2. Jumlah dan kualitas telur, yang dihasilkan ratu lebah, banyak. 3. Hasil panen lebih banyak, baik hasil madu, bee pollen, royal jelly, dan propolis. 4. Larva lebah yang dihasilkan lebih segar. 5. Lebah biasanya lebih agresif. Memperbanyak koloni lebah madu Dalam beternak lebah madu agar menghasilkan keuntungan yang optimal, seorang peternak lebah madu harus mempunyai--minimal--100 kotak koloni lebah madu. Langkah-langkah untuk meningkatkan jumlah koloni lebah madu adalah sebagai berikut. 1. Gembalakan lebah madu pada lokasi yang di sana tersedia pakan cukup banyak. Dengan tersedianya pakan yang cukup maka ratu lebah akan lebih banyak menghasilkan telur dan lebah pekerja juga lebih giat membuat sarang baru. 2. Menyiapkan calon ratu lebah madu untuk ditempatkan dalam koloni lebah madu yang baru. 3. Memisahkan koloni lebah madu yang sudah padat ke dalam kotak koloni lebah madu yang baru, dan menempatkan calon ratu lebah baru atau ratu lain yang sudah jadi. Membuat calon ratu lebah 1. Ambil larva lebah madu yang baru menetas; usia 1 hari. 2. Masukan ke dalam satu potong frame royal jelly. 3. Frame royal jelly yang sudah terisi larva lebah madu ditempatkan pada kotak super (kotak lebah madu yang berisi koloni lebah madu, minimal 2 tingkat). 4. Sekat/pisahkan kotak super lebah madu tersebut, ratu lebah berada di kotak bawah, dan frame royal jelly calon ratu lebah madu ditempatkan pada kotak atasnya. Dengan demikian, ratu lebah madu tidak bisa mendekati calon ratu lebah madu. 5. Diamkan selama 11 hari sampai calon ratu lebah menjadi kepompong. 6. Setelah sebelas hari, calon ratu lebah dipindahkan ke kotak lebah yang besisi koloni lebah tanpa ada ratunya. 7. Setelah 13 hari, calon ratu lebah keluar kepompong dan langsung diangkat menjadi ratu lebah oleh koloni lebah tersebut 8. Biasanya, setelah seminggu, ratu lebah siap untuk kawin dan mengembangkan koloni lebah yang baru di tempat tersebut. Peralatan beternak lebah madu 1. Kotak lebah, yang merupakan tempat koloni lebah madu, terbuat dari kayu suren atau mahoni; 2. Alat pengasap untuk menjinakan lebah madu yang agresif; 3. Masker pelindung serangan lebah madu; 4. Pengungkit sisiran; 5. Sikat sisiran lebah madu; 6. Sisiran yang terbuat dari rangka kayu dan di tengahnya diberi kawat sebagai penahan landasan sarang lebah madu; 7. Pollen trap untuk panen bee pollen; 8. Frame royal jelly untuk panen royal jelly dan membuat calon ratu lebah; 9. Ekstraktor untuk panen madu. Penggembalaan lebah madu Antara bulan Mei hingga September adalah masa peternak lebah menggembalakan lebah madunya ke perkebunan-perkebunan yang menyediakan pakan lebah madu cukup banyak. Peternak lebah madu di pulau Jawa, umumnya, menggembalakan lebah madu ke perkebunan karet, kapuk, rambutan, lengkeng, mangga, kopi, dan duwet, sehingga dihasilkan madu berdasarkan spesifikasi jenis bunga. Antara bulan Mei hinga September inilah saat peternak lebah madu menikmati "manisnya" pendapatan dari hasil lebah madu, seperti: madu dari berbagai jenis bunga, bee pollen, dan royal jelly. Setelah bulan September, peternak lebah madu mengalami masa paceklik, karena musim madu telah lewat. Untuk menutupi biaya perawatan lebah madu, umumnya, peternak menggembalakan lebahnya ke perkebunan jagung. Di sini, peternak lebah madu dapat menghasilkan bee pollen jagung dan royal jelly. Kendala yang biasa dihadapi peternak lebah madu 1. Faktor alam (cuaca). Tahun 2007, banyak peternak lebah madu yang gulung tikar akibat cuaca yang tidak menentu. Sebagai contoh, kondisi yang dialami peternak lebah yang pada tahun sebelumnya biasanya bisa memanen madu kelengkeng sekitar bulan September. Dengan asumsi tersebut, peternak lebah madu akan menggembalakan lebahnya ke daerah Ambarawa. Namun, akibat cuaca yang tidak menentu, ternyata pohon kelengkeng gagal berbunga. Peternak yang sudah terlanjur membawa koloni lebahnya ke tempat tersebut tentu akan rugi besar. Selain biaya tarnsportasi yang mahal, juga banyak lebah yang mati kelaparan. 2. Lingkungan masyarakat. Masyarakat Indonesia banyak yang menganggap peternak lebah madu sebagai hama tanamannya, sehingga sebagian masyarakat akan mengusir peternak lebah madu yang masuk ke area perkebunannya. Kalau pun diizinkan, sewa lahan sebagai tempat beternak lebah sangat mahal. Hal ini tentu sangat berbeda dengan peternak lebah madu di luar negeri. Peternak lebah justru dicari untuk membantu penyerbukan perkebunan dan diberi upah karena telah membantu meningkatkan hasil produksi pertaniannya. Syarat untuk berhasil dalam bisnis ini cukup dengan menimba ilmu dan menerapkan pengetahuan yang dimiliki tentang kehidupan koloni lebah. Misalnya: - Suhu ideal yang cocok bagi lebah adalah sekitar 26 derajat C. Pada suhu ini, lebah dapat beraktivitas normal. - Pada suhu di atas 10 derajat C, lebah masih beraktivitas. - Kehidupan koloni di lereng pegunungan/ dataran tinggi yang bersuhu normal (25 derajat C). - Lokasi yang disukai lebah adalah tempat terbuka, jauh dari keramaian, dan banyak terdapat bunga sebagai pakannya. Sumber: http://www.binaapiari.com/ternak- lebah-madu/

IP Address ini di yang sering digunakanmenggunakan basis TCP/IP karena lebihsederhana, dan lebih mudah untuk di mengerti.

Bagi Anda yang mempelajari Jaringan Komputer, pasti sudah tidak asing dengan yang namanya IP Address. IP address, suatu penomoran pada sebuah komputer sebagai tanda pengenal. Kalau di sederhanakan, seperi sebuah nama alamat dari rumah. Jadi tiap host (komputer) memiliki alamat penomorannya masing - masing yang tidak sama. IP Address ini di yang sering digunakan menggunakan basis TCP/IP karena lebih sederhana, dan lebih mudah untuk di mengerti. Sedangkan di OSI Layer sendiri memiliki IP Address sendiri, yang tentu saja berbeda dengan TCP/IP. Tetapi di dunia ini yang lebih sering dikenal dan digunakan IP Address TCP/IP. IP Address dibagi ke dalam 2 perbedaan. IP Address Private dan IP address Publik. IP Address Private biasanya didaptkan oleh pengguna user rumahan atau sekala kecil. IP Address Private ini didapatkan setelah melakukan Subnetting. IP Address Public biasanya dimiliki oleh Skala Besar, Corporate. Dan biasanya dimiliki oleh Perusahaan Besar di Bidang Internet, seperti Hosting, Penyedia layanan ISP, Data center,perusahaan Web. Saat ini yang di gunakan di dunia adalah IPv4. IP Address Versi 4, mulai digunakan sejak 1981. Tetapi sejak 1990-an sudah di simulasikan bahwa IPv4 akan mencapai titik jenuh atau IP Address di IPv4 akan habis. Dan sudah sejak 1996, IPv6 di kembangkan sebagai pengganti IPv6. IPv4 menggunakan 32 bit, jumlah Address yang dimiliki oleh IPv4 sebesar = 232=±4 miliar host. Itu artinya alamat di IPv4 akan habis pada saat jumlah manusia sudah mencapai 4 miliar lebih. Saat ini saja manusia sudah berada di atas 2 miliar jiwa, bayangkan saja jumlah penduduk India, China, Indonesia, Amerika Serikat dan Uni Eropa kalau dijumlah kan sudah mencapari angka 3 Miliaran lebih. Belum dijumlahkan dengan penduduk lain. Pasti angkanya mau mendekati 4 Miliar Jiwa. Dengan begini IPv4 Address sudah mengalami titik jenuh, karena Alamat IP sudah mau habis. Belum ditambah dengan peralatan elektronik yang menggunakan IP Address. Dan untuk menjawab tantangan itu mulai di gembalakan penggunaan IPv6. Karena IPv6 berjumlah 128 bit, 2128 atau lebih dari 4 miliar sudah pasti tidak ada kekhawatiran mengenai habisnya IP address untuk saaat ini. Karena IPv6 memiliki jumlah alamat yang cukup banyak sebesar 340,282,366,920,938,463,463,374,607,431,768,211,456. Dan berikut ini perbedaan IPv4 dan IPv6: Kelas pengalamatan Di dalam IPv4 dikenal kelas pengalamatan, yang terdiri dari 5 kelas. Kelas A , Kelas B, Kelas C, Kelas D dan kelas E. Biasanya yang di pakai oleh umum ada di kelas A,B, dan C , sedangkan Kelas D untuk Multicas dan Kelas E untuk eksperiment. Walaupun kadang ada yang menyebut Kelas D dan E itu disatukan. Sedang di dalam IPv6, tidak dikenal penamaan kelas - kelas di dalam alamat mereka. Tetapi di dalam IPv6 dikenal jenis pengalamatan, Pengalamatan Unicast, Pengalamatan Multicast, dan pengalamatan Anycast. Alamat Unicast dibagi kedalam 3 bagian, alamat link local, alamat site local, dan alamat global. Routing Di IPv4, memiliki jalur yang lebih lambat di dalam melakukan routing, hal ini dikareakan adanya pemeriksaan header MTU di setiap routing dan switching. Sedangkan di IPv6, proses routing menjadi lebih sederhana. Dengan begini proses routing di IPv6 menjadi lebih sederhana dan cepet. Mobile IP Dukungan IPv4 terhadap Mobile, sangat kurang. Karena IPv4 tidak didesain untuk menjadi sebuah mobiel. Karena itu sering erjadi roaming. Sedangkan pada IPv6 mendukung sistem mobil di dalam desain IP. Jadi tidak salah IPv6 disebut juga sebagai Mobile IP. Keamanan Untuk menjaga keamanan IPv4 mengggunakana IPsec,sebgai fitur keamanannya. Tetapi sayangnya fitur ini hanya sebagai fitur tambahan. Sedangkan di IPv6 IPsec, secara default telah digunakan. Jadi setiap proses akan melewati IPsec terlebih dahulu. [ENJ]

Konsep Dasar HSDPAHigh Speed Downlink Packet Access (HSDPA)

Konsep Dasar HSDPA High Speed Downlink Packet Access (HSDPA) adalah suatu teknologi dalam sistem telekomunikasi bergerak yang dikeluarkan oleh 3GPP Release 5 dan merupakan teknologi generasi 3,5. Teknologi HSDPA merupakan pengembangan dari WCDMA, sama halnya dengan CDMA 2000 yang mengembangkan EV- DO ini didesain untuk meningkatkan kecepatan transfer data. HSDPA mampu menghasilkan delay yang rendah dan kapasitas besar serta dapat memberikan data rate yang tinggi hingga 14,4 Mbps. Kemampuan ini diperoleh dengan menambahkan kanal baru pada layer fisik, implementasi Adaptive Modulation and Coding (AMC), Hybrid Automatic Repeat Request (HARQ), Fast Scheduling, dan Fast Cell Selection pada platform WCDMA. HSDPA mempunyai bandwidth 5 MHz pada WCDMA downlink. Beberapa kelebihan dari HSDPA, yaitu: Adaptive Modulation And Coding (AMC) AMC merupakan teknologi utama pada HSDPA sebagai suatu bentuk link adaption dimana feedback dari UE digunakan untuk menentukan skema coding dan modulasi yang akan digunakan berdasarkan CQI (Channel Quality Indicator). Semakin baik kualitas channel, maka user dapat menggunakan orde modulasi dan coding rate yang lebih tinggi. Sebaliknya, apabila kondisi channel kurang baik, maka digunakan modulasi dan coding rate yang lebih rendah. Proses ini dilakukan untuk setiap TTI dengan tujuan untuk memaksimalkan data rate dari UE dengan kondisi kanal yang baik. Modulasi pada HS-DSCH dilakukan secara adaptif dengan pemilihan modulasi QPSK (Quadrature Phase Shift Keying) atau 16 QAM (Quadrature Amplitude Modulation). User dengan kondisi kanal yang baik (umumnya terjadi pada user yang berada dekat dengan node B), dapat menggunakan modulasi 16 QAM yang akan menghasilkan throughput yang lebih tinggi. Sedangkan user dengan kondisi kanal yang kurang baik akan menggunakan jenis modulasi QPSK. Penggunaan 16 QAM untuk daerah yang berada di dekat node B atau pada UE dengan kondisi kanal yang lebih bagus dikarenakan karena 16 QAM memiliki tingkat robustness yang rendah terhadap noise/ interference. Pemilihan modulasi 16 QAM atau QPSK pada arah downlink akan bergantung pada CQI yang dikirimkan masing masing UE ke Node B melalui uplink control channel (HS-DPCCH). Transmission Time Interval yang Singkat Jaringan 3G menggunakan TTI 10 ms, 20 ms, atau 40 ms pada arah downlink. Dengan HSDPA, TTI dipersingkat menjadi 2 ms saja. Sandi kanal selalu tersedia kembali secara dinamis setiap 2 ms, atau 500 kali/detik. TTI yang singkat akan menguangi waktu round-trip dan meningkatkan kemampuan pendeteksian perubahan kanal. Hybrid Automatic Repeat and Request (HARQ) HARQ meningkatkan performansi dan menambah ketahanan terhadap error pada link adaptation. Jika suatu blok data diterima dengan benar maka penerima akan memberi balasan dengan mengirimkan acknowledgement (ACK) melalui HS-DPCCH sebagai tanda bahwa blok data diterima dengan benar, dan menandakan bahwa blok data berikutnya dapat dikirimkan. Tetapi jika paket data yang diterima mengalami error maka akan dikirimkan NACK sebagai tanda bahwa paket data yang diterima mengalami error dan meminta paket data dikirim ulang. Dalam penambahannya, mekanisme untuk HARQ di HSDPA dilakukan di Node B (dari sebelumnya di RNC untuk R99). Dengan menggunakan beberapa pendekatan ini, semua user baik dekat atau jauh dari base station dapat menerima proses pengiriman yang optimum. Handover (fast cell selection) Perpindahan UE antarsel pada sistem CDMA pada umumnya menggunakan prosedur soft handover. Akan tetapi HSDPA menggunakan cara yang lebih cepat dengan hard handover dengan teknologi yang disebut FCS (Fast Cell Selection). FCS bekerja dengan memantau level SIR seluruh Node B dalam jangkauan UE lalu diarahkan pada Node B yang dapat memberikan SIR lebih tinggi (power CPICH yang lebih tinggi). Aktivitas downlink hanya dapat dilakukan pada satu Node B. Jika terdapat Node B yang memberikan level SIR yang lebih tinggi pada daerah perpindahan, seharusnya RNC yang bertanggung jawab melakukan proses handover. Dengan FCS, maka dilakukan internode handover ke Node B yang baru. Hal ini bertujuan untuk menurunkan delay dalam prosedur handover. Sumber: Perancangan Coverage Area HSDPA Indoor di Gedung Politeknik Telkom Sandi Azmi Firdaus (111081140) Library IT TELKOM Bandung